BeritaBandungRaya.com – Waspada penyakit setelah Lebaran perlu menjadi perhatian masyarakat usai menikmati beragam hidangan khas hari raya. Sajian seperti opor ayam, rendang, gulai, kue kering, hingga minuman manis memang sulit ditolak, namun konsumsi berlebihan justru bisa memicu gangguan kesehatan.
Perubahan pola makan selama Lebaran kerap membuat seseorang makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya. Makanan tinggi lemak, gula, garam, serta santan dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat gangguan kesehatan tertentu. Sejumlah sumber kesehatan juga menyebut keluhan seperti maag, diare, hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, dan lonjakan gula darah kerap muncul setelah momen Lebaran.
Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada dan mulai kembali menerapkan pola hidup sehat setelah perayaan hari raya berakhir. Berikut 6 penyakit yang sering muncul setelah Lebaran dan perlu diantisipasi.
- Diabetes
Penderita diabetes menjadi salah satu kelompok yang harus ekstra hati-hati setelah Lebaran. Konsumsi kue kering, sirup, minuman manis, dan makanan tinggi gula dalam jumlah besar dapat memicu kenaikan kadar gula darah secara cepat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Stagnan di Rp 2,843 Juta per Gram, Buyback Turun
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena gula darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. Itulah sebabnya penderita diabetes disarankan tetap disiplin menjaga pola makan, membatasi makanan manis, dan mengikuti anjuran pengobatan dari dokter. Risiko lonjakan gula darah setelah konsumsi makanan tinggi gula juga sejalan dengan informasi kesehatan umum terkait penyakit setelah Lebaran.
- Kolesterol Tinggi
Makanan bersantan, gorengan, daging berlemak, dan aneka sajian berat saat Lebaran juga dapat memicu naiknya kadar kolesterol. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kolesterol tinggi berpotensi menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.











