Dampaknya tidak hanya mengganggu sirkulasi darah, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan komplikasi lain. Karena itu, setelah Lebaran penting untuk mulai mengurangi makanan berlemak dan menggantinya dengan menu yang lebih sehat dan seimbang. Kolesterol tinggi termasuk keluhan yang umum dikaitkan dengan pola makan tinggi lemak saat momen hari raya.
- Diare
Diare juga menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering muncul setelah Lebaran. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur tinja cair.
Baca Juga: Villain Spider-Man: Brand New Day Terungkap? Typhoid Mary Dirumorkan Jadi Musuh Baru Peter Parker
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari makanan yang kurang higienis, konsumsi makanan berminyak secara berlebihan, hingga makanan yang mengiritasi saluran pencernaan. Bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi. Daftar penyakit setelah Lebaran yang banyak dibahas sumber kesehatan juga mencantumkan diare sebagai keluhan umum.
- Gangguan Lambung
Setelah Lebaran, tidak sedikit orang mengeluhkan gangguan lambung seperti maag atau asam lambung naik. Masalah ini umumnya muncul akibat kebiasaan makan berlebihan serta terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, asam, atau berlemak.
Gejala yang kerap muncul antara lain nyeri di ulu hati, mual, perut terasa penuh, kembung, hingga sering bersendawa. Jika keluhan berulang, penderita sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat. Gangguan lambung seperti maag juga termasuk salah satu keluhan yang kerap muncul setelah pola makan berubah selama Lebaran.
- Asam Urat
Asam urat menjadi penyakit lain yang juga patut diwaspadai setelah Lebaran, terutama bagi mereka yang gemar mengonsumsi daging merah, jeroan, atau makanan laut. Jenis makanan tersebut dikenal tinggi purin dan bisa memicu kambuhnya gout.











