WASPADA! Super Flu H3N2 Subclade K Sudah Masuk Indonesia, Ini Sebaran Wilayah dan Gejalanya

BeritaBandungRaya.com –  Virus influenza varian baru yang populer disebut super flu dipastikan telah masuk dan menginfeksi masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi keberadaan influenza tipe A (H3N2) subclade K, sebuah mutasi baru virus flu yang belakangan memicu lonjakan kasus di berbagai negara.

Sebelumnya, varian ini dilaporkan menyebar luas di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Australia. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan jutaan kasus influenza tipe A terjadi di AS sepanjang 2025, dengan puluhan ribu pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyampaikan bahwa hingga 25 Desember 2025, tercatat 62 kasus positif super flu di Indonesia. Temuan tersebut berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Kemenkes.

“Berdasarkan WGS yang selesai pada 25 Desember, subclade K diketahui sudah terdeteksi sejak Agustus 2025,” ujar Widyawati, Kamis (1/1/2026).

Baca Juga: 10 Gunung di Bandung yang Cocok untuk Pendaki Pemula, Trekking Santai hingga Tektokan Seharian

Kasus infeksi influenza H3N2 subclade K tersebut ditemukan di delapan provinsi, dengan tiga wilayah mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus super flu di Indonesia ditemukan pada kelompok usia anak serta perempuan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi nasional masih berada dalam kondisi terkendali. “Vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah risiko sakit berat maupun rawat inap akibat varian ini,” kata Prima dalam keterangan resminya.

Apa Itu Super Flu? Ini Penjelasan Medisnya

Istilah super flu sejatinya bukan nomenklatur medis resmi. Nama tersebut digunakan masyarakat untuk menyebut Influenza A (H3N2) J.2.4.1, atau dikenal sebagai subclade K.