Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa varian ini merupakan hasil mutasi baru dari virus H3N2.
“Kalau influenza biasa bisa menularkan ke dua atau tiga orang, kemungkinan varian ini bisa lebih dari itu,” ujar Nastiti dalam Media Briefing IDAI, Senin (29/12).
Baca Juga: Syarat Mengajukan KUR BRI Januari 2026, Peluang Modal Usaha untuk UMKM
Meski riset mengenai tingkat keparahan masih terbatas, varian ini diduga memiliki daya penularan lebih tinggi, sehingga berpotensi menyebar lebih cepat di masyarakat.
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa
Secara klinis, gejala super flu tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya. Beberapa keluhan yang paling sering dilaporkan antara lain:
Demam
Kelelahan
Nyeri otot dan sendi
Menggigil
Pilek atau hidung tersumbat
Sakit tenggorokan
Muntah dan diare
Nastiti mengingatkan bahwa masyarakat kerap menyamakan influenza dengan selesma ringan, padahal influenza tipe A dan B memiliki risiko komplikasi serius, seperti pneumonia hingga kegagalan organ.
Baca Juga: Syarat Mengajukan KUR BRI Januari 2026, Peluang Modal Usaha untuk UMKM
Influenza Masih Jadi Ancaman Serius bagi Kelompok Rentan
Menurut IDAI, influenza masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian signifikan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
Indonesia sendiri memiliki catatan sejarah wabah influenza mematikan, mulai dari Flu Spanyol (1918–1920) hingga flu burung H5N1 (2005–2018).







