Selain evaluasi manajemen, Farhan juga menyoroti pentingnya peningkatan biosekuriti, terutama di area perimeter kebun binatang. Ia menilai sistem pengamanan dan pengawasan harus diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kejadian ini menunjukkan bahwa biosekuriti, terutama di perimeter kebun binatang, harus ditingkatkan secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat memastikan tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kematian kedua anak harimau tersebut.
Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, menyebut hasil investigasi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” ujarnya.
Kasus kematian Huru dan Hara menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan kebun binatang tidak hanya soal display satwa, tetapi juga menyangkut standar kesejahteraan, kesehatan, hingga sistem keamanan lingkungan.
Pemerintah Kota Bandung pun kini dituntut bergerak cepat agar Bandung Zoo mampu menjalankan fungsi konservasi secara optimal dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.***










