“Bang Pandji, terima kasih ya. Saya penggemar Anda, loh. Anda ini keren. Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” kata Dedi.
Meski demikian, politisi Partai Gerindra itu meluruskan beberapa narasi yang menurutnya kurang tepat. Dedi menegaskan bahwa tidak semua figur berlatar belakang artis yang disebut Pandji terpilih sebagai pemimpin Jawa Barat.
Ia mencontohkan Deddy Mizwar dan Dede Yusuf yang saat maju dalam kontestasi gubernur, justru tidak memenangkan pemilihan. Selain itu, Dedi menilai latar belakang artis tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kualitas kepemimpinan.
“Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Sekarang juga sudah dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI. Kerangka berpikir pembangunannya keren,” ujar Dedi.
Dedi Mulyadi: Kang Pandji Datang ke Jabar, Keliling Lewatin Jalan-jalan Provinsi!
Dedi Mulyadi menekankan bahwa kapasitas seorang pemimpin seharusnya diukur dari kinerja, kebijakan, dan dampak pembangunan, bukan semata popularitas atau latar belakang profesinya.
Menjawab label “gubernur konten” atau “gubernur YouTube”, Dedi justru mengajak Pandji untuk melakukan penilaian secara langsung. Ia menantang Pandji berkeliling Jawa Barat dan melihat hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah provinsi.
“Gini aja, Kang Pandji datang ke Jabar. Keliling lewatin jalan-jalan provinsi, ke berbagai daerah di seluruh Jawa Barat. Saya membangunnya benar atau tidak, apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, silakan dinilai langsung,” tegas Dedi.











1 komentar
Komentar ditutup.