Menurut Dedi, pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan provinsi, hingga pelayanan publik di berbagai wilayah Jawa Barat bisa menjadi indikator konkret dalam menilai kepemimpinannya.
Meski disindir secara terbuka, Dedi Mulyadi menegaskan dirinya tidak anti kritik. Ia justru menganggap kritik yang disampaikan melalui komedi sebagai bagian dari iklim demokrasi dan kontrol publik terhadap pejabat negara.
“Kritik itu bagian dari demokrasi. Disampaikan dengan cara jenaka pun tidak masalah, selama tujuannya untuk mengingatkan,” tutup Dedi.
Respons terbuka Dedi Mulyadi terhadap Pandji Pragiwaksono pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai sikap Dedi menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kritik, sementara lainnya menunggu apakah tantangan tersebut akan benar-benar dijawab oleh sang komika.***











1 komentar
Komentar ditutup.