Performa Didukung Chipset Snapdragon
Dari sisi dapur pacu, perangkat ini dikabarkan akan menggunakan chipset dari Qualcomm, yakni seri Snapdragon. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait tipe prosesor, penggunaan Snapdragon mengindikasikan peningkatan performa dan efisiensi daya.
Chipset ini juga dikenal mendukung berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk optimalisasi sistem dan peningkatan kualitas fotografi.
Strategi Infinix di Pasar Indonesia
Selama ini, Infinix dikenal aktif menghadirkan smartphone dengan baterai besar di Indonesia, terutama melalui lini Hot, Note, dan Smart. Salah satu model yang cukup populer adalah Infinix Hot 30 Play yang dibekali baterai sekitar 6.000mAh.
Selain itu, sebagian besar perangkat Infinix di segmen entry-level hingga menengah juga telah menggunakan baterai minimal 5.000mAh. Strategi ini sejalan dengan kebutuhan pengguna yang mengandalkan smartphone untuk aktivitas digital sehari-hari.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari Ini 16 April 2026 Turun Tipis, 1 Gram Jadi Rp2,888 Juta
Peluang dan Tantangan di Segmen Menengah
Dengan kombinasi baterai besar, layar belakang, dan chipset Snapdragon, Infinix Note 60 Pro berpotensi menjadi pesaing kuat di kelas menengah. Namun demikian, persaingan di segmen ini juga semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek yang menawarkan fitur serupa.
Keberhasilan perangkat ini nantinya akan sangat bergantung pada harga, optimalisasi fitur, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Bocoran Infinix Note 60 Pro menunjukkan arah baru inovasi di kelas menengah. Tidak hanya mengandalkan spesifikasi standar, Infinix mulai menghadirkan fitur yang sebelumnya identik dengan perangkat premium.
Jika spesifikasi ini terealisasi saat peluncuran resmi, Infinix Note 60 Pro berpotensi menjadi salah satu smartphone paling menarik di tahun 2026, khususnya bagi pengguna yang mencari kombinasi daya tahan, performa, dan fitur unik dalam satu perangkat.***











