Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cimahi: 32 Siswa Terdampak, Dinkes Uji Sampel Makanan

BeritaBandungRaya.com – Kasus dugaan keracunan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi terus menjadi perhatian. Pemerintah Kota Cimahi memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis, sementara penyelidikan terhadap sumber kejadian masih berlangsung.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan bahwa hingga Kamis, 26 Februari 2026, total pasien yang tercatat mencapai 32 orang. Mereka merupakan siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di sekolah.

Ngatiyana menjelaskan, dari 33 pasien awal yang tercatat, sebanyak 22 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Empat pasien sempat menjalani perawatan intensif, sementara tujuh lainnya masih dalam observasi medis. Selain itu, enam pasien baru kembali datang untuk pemeriksaan lanjutan.

“Semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, dan yang observasi masih terus diselidiki,” ujarnya.

Baca Juga: Mudik Gratis Kota Bandung 2026 Dibuka, 5 Rute Favorit ke Surabaya, Yogyakarta, Cirebon hingga Banjar

Pasien tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di Cimahi. Di RS Mitra Kasih, terdapat lima pasien, dengan tiga orang dirawat dan dua lainnya dalam observasi. Sementara di RS Dustira, tercatat lima pasien, empat dirawat dan satu dalam observasi. Dua pasien tambahan juga dilaporkan baru datang untuk pemeriksaan.

Kasus ini pertama kali terdeteksi setelah sejumlah siswa merasakan gejala seperti mual dan pusing saat berada di sekolah. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan lebih lanjut.