Pemerintah Kota Cimahi memastikan kondisi para siswa terus dipantau hingga dinyatakan pulih sepenuhnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang tersisa. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen, mulai dari air, nasi, ayam, hingga bumbu yang digunakan dalam proses produksi.
“Semuanya akan dilab. Nanti hasilnya seperti apa, itu yang akan menjadi dasar keputusan dari Dinkes Kota Cimahi,” kata Ngatiyana.
Sebagai langkah antisipasi, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber kejadian telah dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium keluar dan evaluasi selesai dilakukan.
Pemerintah Kota Cimahi juga mengimbau seluruh SPPG yang masih beroperasi agar mengutamakan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat program MBG. Ngatiyana menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.
“Utamakan keselamatan para siswa. Pastikan seluruh bahan makanan, mulai dari beras, air, ayam, hingga bumbu-bumbu, sudah melalui pemeriksaan laboratorium secara rutin,” tegasnya.
Pemkot Cimahi memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran prosedur atau standar keamanan pangan, langkah evaluasi dan penindakan akan segera dilakukan.***











