BeritaBandungRaya.com – Kota Bandung kembali menjadi magnet utama wisatawan saat momentum libur panjang. Lonjakan kunjungan wisata memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah, namun di sisi lain memunculkan sejumlah persoalan krusial, mulai dari kemacetan lalu lintas, keterbatasan parkir, hingga ancaman krisis sampah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak meningkatnya aktivitas wisata. Ia menyebut terdapat empat isu utama yang menjadi perhatian, dengan kemacetan dan parkir sebagai masalah paling menonjol karena saling berkaitan.
“Kemacetan paling dahsyat itu terjadi di pintu-pintu masuk Kota Bandung, baik dari utara, selatan, maupun timur. Begitu masuk kota sebenarnya relatif lancar, tapi masalahnya adalah parkir,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA: Wali Kota Bandung Instruksikan Nobar Persib vs Persija di Seluruh Kecamatan
Parkir Liar Picu Kemacetan Kawasan Wisata
Farhan menjelaskan keterbatasan lahan parkir membuat banyak kendaraan wisatawan memanfaatkan badan jalan, khususnya di kawasan wisata seperti Jalan Braga dan sekitarnya. Kondisi tersebut memicu parkir liar yang berujung pada penyempitan ruas jalan dan kemacetan berkepanjangan.
Menurutnya, penertiban parkir liar yang selama ini dilakukan belum memberikan solusi jangka panjang.
“Operasi parkir liar itu seperti ngusir nyamuk. Diusir sebentar, tidak lama datang lagi,” katanya.











