Park and Ride Jadi Solusi Jangka Menengah
Sebagai langkah jangka menengah, Pemkot Bandung menargetkan pembangunan fasilitas park and ride dalam dua tahun ke depan. Fasilitas ini direncanakan tersebar di sekitar 17 ruas jalan utama yang menjadi tujuan wisata.
Selain itu, Pemkot juga membuka peluang investasi di sektor perparkiran. Farhan menyebut potensi ekonomi dari sektor tersebut diperkirakan bisa mencapai Rp80 miliar per tahun, jika dikelola secara optimal dan profesional.
Ancaman Krisis Sampah Kembali Mengintai
Tak hanya persoalan lalu lintas, Farhan juga menyoroti potensi krisis sampah yang kembali membayangi Kota Bandung. Ia mengungkapkan kekhawatiran terjadinya krisis sampah ketiga dalam setahun terakhir, yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Januari 2026.
“Kami sekarang sedang deg-degan. Kalau hitungan normal, pada 12 Januari bisa terjadi krisis sampah lagi,” ungkap Farhan.
Pendekatan Kewilayahan untuk Tekan Volume Sampah
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan pola pengelolaan sampah yang lebih terfokus pada wilayah permukiman. Pendekatan kewilayahan ini diharapkan mampu mengurangi beban di titik-titik pengolahan sampah serta mencegah penumpukan selama libur panjang.
“Saya berharap pendekatan kewilayahan ini bisa mengurangi tekanan dan mencegah penumpukan sampah,” pungkasnya.
Pemkot Bandung menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kualitas lingkungan kota, agar Bandung tetap nyaman dikunjungi sekaligus layak dihuni.***









