Mahalini Dihujat Usai Rilis Ulang Lagu Percuma, Disinggung Soal Anggis Devaki dan Betrand Peto

“Lagu ini memang kontraknya hanya setahun dan sebelum rilis sudah dibicarakan tentang legalitas dan sudah dikasih tahu ke penyanyi sebelumnya juga,” ungkap Mahalini.

Penjelasan itu sekaligus menjadi respons Mahalini terhadap anggapan bahwa dirinya merilis “Percuma” tanpa mempertimbangkan pihak yang sebelumnya membawakan lagu tersebut.

Baca Juga: Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Pelantun “Sial” tersebut juga memilih tidak ikut berspekulasi mengenai berbagai informasi yang beredar di luar persoalan perilisan lagu. Ia mengatakan tidak dapat memastikan seluruh pemberitaan yang berkembang di media sosial.

Mahalini menegaskan bahwa dirinya hanya dapat menyampaikan informasi berdasarkan hal yang diketahuinya mengenai proses perilisan lagu tersebut.

“Namun tentang berita di luar sana yang beredar aku kurang tahu itu kebenarannya,” kata Mahalini.

Di tengah hujatan dan perdebatan yang muncul, Mahalini kembali menegaskan bahwa perilisan “Percuma” telah mempertimbangkan aspek hukum. Ia juga membantah adanya persoalan terkait pemberitahuan kepada pihak yang sebelumnya membawakan lagu tersebut.

“Yang aku tahu hanya hal ini sudah dipastikan tidak keliru secara hukum dan tidak ada miss pemberitahuan, terima kasih,” tulis Mahalini.

Dengan demikian, polemik mengenai lagu Percuma versi Mahalini tidak hanya berkaitan dengan perbedaan interpretasi musik. Persoalan tersebut turut menyeret pembahasan mengenai hak pencipta, masa kontrak, komunikasi antarpihak, hingga ekspektasi publik terhadap sebuah karya yang sebelumnya telah populer melalui penyanyi lain.