BeritaBandungRaya.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat Indonesia berbelanja online.
Berdasarkan studi dari YouGov bersama Visa, serta riset Lazada dan Kantar, mayoritas konsumen kini mulai mengandalkan AI dalam aktivitas belanja digital.
82% Konsumen Gunakan AI untuk Mencari Produk
Dalam laporan “State of Digital Commerce in Asia Pacific 2025”, sebanyak 82% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk membantu proses pencarian saat belanja online.
Penggunaan AI ini meliputi:
- Membandingkan harga
- Mencari informasi produk
- Melacak pesanan
Angka tersebut diprediksi akan meningkat hingga 95% dalam waktu dekat, menandakan adopsi AI yang semakin masif.
BACA JUGA: 8 Film Edukatif untuk Anak yang Penuh Pesan Moral, Cocok Ditonton Bersama Keluarga
Konsumen Masih Hati-Hati Soal Keamanan Data
Meski penggunaan AI meningkat, tidak semua konsumen langsung percaya sepenuhnya.
Data menunjukkan:
- 74% menggunakan AI untuk tahap pencarian
- Hanya 32% yang terbuka untuk pembelian berbasis AI
- 74% masih khawatir soal keamanan data pribadi
Hal ini menunjukkan bahwa faktor keamanan dan privasi masih menjadi pertimbangan utama.
Menurut Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, konsumen Indonesia mulai antusias terhadap AI, tetapi tetap membutuhkan jaminan perlindungan yang kuat, terutama dalam proses pembayaran.
Asia Tenggara Semakin Terbuka dengan AI
Di kawasan Asia Tenggara, tren penggunaan AI juga terus meningkat.












