Disbudpar Siapkan Strategi Pemerataan Wisata
Ketimpangan sebaran wisatawan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Bandung. Disbudpar menilai perlu adanya strategi lanjutan untuk mendorong pemerataan kunjungan wisata, agar dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas.
“Artinya, secara umum kunjungan wisatawan memang meningkat, tapi sebarannya belum merata. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” kata Adi.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh juga tengah dilakukan terhadap capaian kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 yang disebut telah melampaui target.
Proyeksi Wisata 2026 Berbasis Data dan Analisis
Adi menegaskan, penetapan target kunjungan wisatawan untuk tahun berikutnya tidak dilakukan secara sederhana hanya dengan menaikkan persentase capaian sebelumnya. Pemerintah daerah menggunakan mekanisme dan perhitungan berbasis data agar target yang ditetapkan realistis.
“Ada mekanisme perhitungan. Di internal kami memang ada hitung-hitungan, misalnya naik sekian persen, tapi itu tidak asal. Kita punya reasoning dan dasar perhitungannya,” ujarnya.
Analisis lanjutan akan mencakup asal wisatawan, jenis destinasi yang paling diminati, serta kawasan dengan peningkatan kunjungan signifikan, sebagai dasar perencanaan kebijakan pariwisata ke depan.
BACA JUGA: Cara Cek dan Daftar Penerima Bansos Kemensos 2026 Lewat cekbansos.kemensos.go.id
Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan Pariwisata
Lebih jauh, Adi menegaskan bahwa evaluasi pariwisata Kota Bandung tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan pariwisata.
Dengan pendekatan tersebut, sektor perhotelan, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung diharapkan dapat merasakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan dari meningkatnya arus wisatawan.***










