Pembangunan Halte BRT Bandung Dimulai, 232 Titik Dibangun di 22 Kecamatan hingga 2026

Pembangunan seluruh halte BRT di kawasan Cekungan Bandung ditargetkan rampung pada akhir 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.

Setelah infrastruktur selesai dibangun, operasional layanan BRT Bandung akan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat sudah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasiannya,” kata Ferlian.

Angkot Akan Jadi Feeder BRT

Ke depan, sistem transportasi BRT akan diintegrasikan dengan moda transportasi yang telah ada di Kota Bandung.

Baca Juga: Kisah Keteguhan Vidi Aldiano Menghadapi Ujian Hidup: Ketika Harapan Tetap Menyala di Tengah Ketidakpastian

Salah satu rencana yang disiapkan adalah menjadikan angkutan kota (angkot) sebagai feeder atau pengumpan penumpang menuju koridor utama BRT, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih terhubung dan efisien.

Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek. Warga juga dapat menyampaikan keluhan atau masukan terkait pembangunan halte BRT melalui layanan pengaduan di nomor 0813-1436-704.***