Pemkot Bandung Jaring 77 Tunawisma Jelang Long Weekend, Fokus Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Kota

Yorisa mengungkapkan, sebagian besar tunawisma berasal dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, masing-masing sebanyak 20 orang. Namun, petugas juga menemukan pendatang dari luar daerah bahkan luar provinsi, seperti Cianjur, Garut, Bandung Barat, Klaten, Magetan, Jakarta Selatan, Lampung, hingga Medan dan Surabaya.

“Pendataan dilakukan berdasarkan KTP. Bagi yang tidak memiliki identitas, kami lakukan anamnesis untuk mengetahui asal daerah dan latar belakangnya,” jelasnya.

Saat ini, seluruh tunawisma yang terjaring ditampung sementara di Kantor Dinas Sosial Kota Bandung untuk menjalani bimbingan mental dan asesmen lanjutan. Hasil skrining tersebut akan menentukan langkah penanganan berikutnya, apakah dirujuk ke Dinas Sosial Provinsi, dipulangkan ke daerah asal, atau ditempatkan di rumah singgah milik kabupaten dan kota lain.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Uang 2026, Ini Daftar yang Legal dan Aman

Yorisa menegaskan, keterbatasan daya tampung rumah singgah di Kota Bandung membuat koordinasi lintas daerah menjadi keharusan. “Kalau semua ditampung di rumah singgah Kota Bandung tentu tidak akan muat. Karena itu kami perlu berbagi penanganan dengan daerah lain agar mereka bisa dipertanggungjawabkan kembali kepada keluarganya,” katanya.

Dalam operasi tersebut, kawasan Simpang Lima hingga Masjid Agung Bandung menjadi lokasi dengan jumlah temuan terbanyak, mencapai 39 orang dari satu regu. Titik lain yang juga banyak ditemukan tunawisma antara lain Jalan Mohammad Toha, Jalan Pungkur, kawasan Alun-alun, dan Asia Afrika.