BeritaBandungRaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 20 persen sebagai langkah awal membangun ekosistem industri pariwisata yang sehat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi pelaku usaha, wisatawan, serta pemerintah daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan menjadi tujuan utama dalam jangka pendek. Menurutnya, penguatan kapasitas industri pariwisata harus didahulukan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Arah kebijakan kita bukan sekadar mengejar PAD. Yang paling penting adalah membesarkan dulu kapasitas industri pariwisata dan memastikan potensinya benar-benar terealisasi,” ujar Farhan saat ditemui di kawasan Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (7/1/2026).
Farhan menjelaskan, pertumbuhan industri pariwisata yang sehat akan menciptakan hubungan simbiosis mutualisme. Pelaku usaha dapat berkembang, wisatawan memperoleh kenyamanan, sementara pemerintah daerah mendapatkan dampak ekonomi yang stabil dalam jangka panjang.
Target pertumbuhan 20 persen dinilai realistis sekaligus strategis. Dengan peningkatan tersebut, aktivitas usaha pariwisata diproyeksikan meningkat, jumlah kunjungan wisatawan bertambah, serta memberi kontribusi lanjutan terhadap PAD, sektor budaya, dan ekonomi kreatif.
Namun demikian, Farhan mengingatkan bahwa lonjakan kunjungan wisata juga membawa konsekuensi besar terhadap daya dukung kota. Oleh karena itu, evaluasi awal akan difokuskan pada pembenahan infrastruktur dalam beberapa bulan ke depan.
Salah satu perhatian utama adalah persoalan pengelolaan sampah, yang kerap meningkat seiring bertambahnya aktivitas wisata. Pemerintah mencatat adanya kenaikan volume sampah organik di sejumlah pasar induk, seiring meningkatnya konsumsi bahan pangan baik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kebutuhan industri pariwisata.
Dalam pengembangan produk unggulan, Pemkot Bandung tetap menempatkan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) sebagai kekuatan utama pariwisata kota.








