BeritaBandungRaya.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyiapkan anggaran hampir Rp9 miliar untuk meningkatkan kapasitas drainase di 15 titik yang tersebar di wilayah kota.
Program yang digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi ini menjadi langkah strategis untuk menekan persoalan genangan air yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan.
BACA JUGA: Wisata Lembang Masih Jadi Favorit Saat Lebaran 2026, Kunjungan Tembus 112 Ribu Wisatawan
Pengerjaan Dimulai Akhir Triwulan II 2026
Kepala DPUPR Cimahi, Wilman Sugiansyah, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik proyek ditargetkan mulai pada akhir triwulan kedua 2026.
Saat ini, proses masih berada pada tahap perencanaan teknis dan pengadaan.
“Di akhir triwulan dua ini kita harapkan sudah bisa mulai pengerjaan fisiknya,” ujar Wilman.
Ia menambahkan, seluruh proyek ditargetkan rampung pada Oktober 2026, meskipun terdapat kemungkinan penyesuaian di lapangan.
Fokus Perbaikan di Titik Rawan Genangan
Anggaran yang bersumber dari APBD tersebut akan difokuskan untuk peremajaan dan peningkatan drainase di sejumlah titik rawan genangan.
Beberapa lokasi prioritas di antaranya:
- Jalan Pesantren
- Kawasan Pabrik Aci
- Sangkuriang
- Citeureup
Wilman menyebutkan bahwa sejumlah kawasan tersebut sebelumnya kerap terdampak banjir akibat kapasitas saluran yang tidak optimal.
Pendekatan Komprehensif dengan Dinas Terkait
Untuk kawasan permukiman seperti Citeureup, penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial.
DPUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi karena drainase lingkungan berada di bawah kewenangan dinas tersebut.
“Penanganannya harus komprehensif karena berkaitan dengan sistem drainase kawasan,” jelas Wilman.








