Pemkot Cimahi Siapkan Rp9 Miliar untuk Perbaikan Drainase di 15 Titik, Target Selesai Oktober 2026

Gunakan Teknologi U-Ditch untuk Optimalisasi Aliran

Dalam proyek ini, Pemkot Cimahi tidak hanya melakukan perbaikan, tetapi juga peningkatan kualitas drainase.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengganti konstruksi lama berbahan batu kali dengan sistem u-ditch berbahan beton.

Metode ini dinilai lebih efektif dalam mengalirkan air serta memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban dan cuaca.

Hadapi Tantangan Anggaran dan Lahan

Di balik proyek tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

Selain keterbatasan anggaran, kondisi jalan di Cimahi yang relatif sempit menjadi kendala tersendiri. Biaya pembebasan lahan juga dinilai cukup tinggi, sehingga membatasi ruang pengembangan drainase.

Wilman mengakui bahwa faktor-faktor tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan sistem drainase yang ideal sesuai standar teknis.

BACA JUGA: Antusiasme Penonton Warnai Screening Film “Pelangi di Mars” di Bandung, Hadirkan Pengalaman Sci-Fi Keluarga yang Berbeda

Solusi Fungsional: Drainase Multifungsi

Sebagai solusi, DPUPR Cimahi menerapkan pendekatan fungsional dengan memanfaatkan saluran drainase sebagai bagian dari infrastruktur jalan.

Penutup drainase dirancang menggunakan beton yang dapat dilalui kendaraan, sehingga selain berfungsi mengalirkan air, juga mendukung kapasitas jalan.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan ruang perkotaan.

Kesimpulan

Langkah Pemkot Cimahi dalam mengalokasikan anggaran hampir Rp9 miliar untuk perbaikan drainase menjadi upaya serius dalam mengatasi persoalan genangan air.

Dengan pendekatan komprehensif, penggunaan teknologi modern, serta kolaborasi antar dinas, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan masyarakat.

Jika berjalan sesuai rencana, perbaikan ini tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga mendorong kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik di masa depan.***