Tekanan tim tamu akhirnya berbuah gol melalui tendangan bebas Yachida pada menit ke-80. Meski demikian, Persib mampu merespons cepat. Federico Barba kembali menjauhkan keunggulan menjadi 3-1 lewat sundulan pada menit ke-87.
Di masa tambahan waktu, Bali United sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Bruijn. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, Persib tetap mampu mempertahankan kemenangan 3-2.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor sempurna Persib di kandang sepanjang musim. Selain itu, posisi puncak klasemen yang terus terjaga selama 13 pekan terakhir menunjukkan konsistensi tinggi Maung Bandung.
Catatan tersebut juga menyamai rekor Borneo FC yang sebelumnya sempat bertahan 13 pekan di puncak klasemen. Sejak mengambil alih posisi teratas pada pekan ke-17, Persib belum tergeser dan semakin menjauh dari kejaran rival.
Di sisi lain, persaingan di papan atas kian memanas. Borneo FC dan Persija Jakarta masih terus membayangi, meski tekanan semakin besar mengingat selisih poin yang mulai melebar.
Sementara itu, dinamika juga terjadi di papan bawah klasemen. Persaingan menghindari zona degradasi semakin ketat dengan selisih poin yang tipis antar tim, termasuk Persis Solo, Persijap Jepara, hingga PSM Makassar.
Dengan tujuh laga tersisa, peluang Persib Bandung untuk mengunci gelar juara Super League 2025/2026 semakin terbuka lebar. Konsistensi dan mental juara akan menjadi kunci bagi skuad Maung Bandung untuk mempertahankan posisi di puncak hingga akhir musim.***








