Golongan Rumah Tangga (R)
R-1/TR 450 VA: Rp 415 per kWh
R-1/TR 900 VA: Rp 605 per kWh
R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
R-2/TR 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
R-3/TR di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan Bisnis (B)
B-2/TR 6.600 VA – 200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
B-3/TM atau TT di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
Golongan Industri (I)
I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh
Golongan Pemerintah (P)
P-1/TR 6.600 VA – 200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
P-3/TR (Penerangan Jalan Umum): Rp 1.699,53 per kWh
Golongan Lainnya (L)
L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh
Golongan Sosial (S)
S-1/TR 450 VA: Rp 325 per kWh
S-1/TR 900 VA: Rp 455 per kWh
S-1/TR 1.300 VA: Rp 708 per kWh
S-1/TR 2.200 VA: Rp 760 per kWh
S-1/TR 3.500 VA – 200 kVA: Rp 900 per kWh
S-2/TM di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh
BACA JUGA: Ini Alasan KPU Tak Bisa Ungkap Dokumen Ijazah Capres-Cawapres ke Publik di Pilpres 2029
Stabilitas Tarif untuk Dorong Ekonomi
Keputusan pemerintah untuk mempertahankan tarif listrik ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk merencanakan produksi tanpa beban biaya yang berubah-ubah. Bagi masyarakat, tarif yang stabil juga membantu menjaga pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok pelanggan bersubsidi seperti rumah tangga miskin dan pelaku UMKM.
Dengan tarif yang tidak berubah, masyarakat dan dunia usaha diharapkan dapat memanfaatkan listrik secara lebih bijak dan efisien sambil tetap produktif.***








