BeritaBandungRaya.com — Kasus kematian anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) akhirnya menemukan titik terang. Hara, harimau berusia 8 bulan yang mati pada Selasa, 24 Maret 2026, diduga meninggal akibat infeksi virus Feline Panleukopenia, penyakit berbahaya yang menyerang keluarga kucing besar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, virus tersebut berasal dari induk harimau yang berstatus sebagai carrier atau pembawa virus. Meski tidak menunjukkan gejala karena memiliki kekebalan, induk harimau tetap dapat menularkan virus kepada anak-anaknya sejak lahir.
“Bukan karena tidak terawat, tapi karena virus yang dibawa induknya. Ini memang virus khas pada keluarga felin,” ujar Farhan, Rabu (25/3/2026).
Feline Panleukopenia dikenal sebagai penyakit yang dapat menyebabkan penurunan drastis sel darah putih pada hewan. Kondisi ini membuat sistem imun melemah sehingga hewan rentan mengalami infeksi berat hingga berujung kematian.
Hara diketahui lahir pada 12 Juli 2025 bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk Sahrulkan dan Jelita. Keduanya sempat menjadi koleksi baru di Bandung Zoo sebelum akhirnya terpapar virus tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Terlaris di Erablue Maret 2026, Harga Mulai 5 Jutaan untuk Kerja dan Kuliah
Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat membenarkan kematian anak harimau Benggala tersebut. Humas BBKSDA Jabar Eri Mildranaya menyatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan hasil akhir secara medis.










