“Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap setelah pemeriksaan dokter hewan,” kata Eri.
BBKSDA telah melakukan nekropsi terhadap bangkai Hara guna memastikan penyebab pasti kematian. Hasil lengkap akan diumumkan setelah seluruh analisis laboratorium selesai.
Sementara itu, satu anak harimau lainnya, Huru, masih bertahan dan tengah menjalani perawatan intensif. Tim dokter hewan melakukan berbagai tindakan medis, mulai dari pemberian antibiotik, antiemetik, cairan rehidrasi, suplemen imun, hingga antivirus.
Farhan menyebut, kondisi Huru kini mulai menunjukkan perkembangan positif setelah melewati fase kritis selama 72 jam. Gejala seperti diare dan muntah telah mereda, dan aktivitasnya mulai meningkat.
“Kalau sudah lewat fase kritis, peluang untuk terus membaik semakin besar. Tapi tetap harus dipantau secara intensif,” ujarnya.
Baca Juga: Okupansi KA Siliwangi Tembus 201% Saat Libur Lebaran 2026, Tiket Rp5.000 Jadi Favorit
Pemerintah Kota Bandung memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam perawatan satwa di Bandung Zoo. Seluruh langkah penanganan telah dilakukan sesuai prosedur sejak gejala awal terdeteksi.
Kasus ini menjadi perhatian serius sekaligus evaluasi penting dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait deteksi dini dan penanganan penyakit menular pada hewan konservasi. Pemerintah pun berkomitmen memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***










