“Melalui tema Bound by Honor, kami ingin menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar perayaan, melainkan ikatan yang sarat makna, nilai, dan kehormatan. TPWE 2026 kami hadirkan sebagai pengalaman yang melampaui wedding exhibition biasa melalui konsep festival dan simulasi pernikahan yang imersif,” ujarnya.
Ia menambahkan, acara ini juga menjadi wadah kolaborasi besar bagi industri pernikahan dengan melibatkan puluhan vendor serta ratusan pelaku industri wedding untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan berkembang bersama.

Assistant Director of Marketing and Sales The Papandayan, Tyagita R. Hermawan, menyebut konsep wedding role-play yang dihadirkan tahun ini menjadi inovasi baru di industri wedding exhibition.
“Untuk pertama kalinya, lima venue pernikahan diintegrasikan dalam satu perjalanan wedding role-play sehingga calon pengantin tidak hanya melihat, tetapi benar-benar merasakan perjalanan hari pernikahan mereka secara utuh,” kata Tyagita.
Baca Juga: The Papandayan Jazz Fest 2025 Rayakan Satu Dekade, Angkat Tema ‘A Culture Resonance’
Rangkaian acara berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dengan berbagai aktivitas interaktif. Di Suagi Grand Ballroom, pengunjung disuguhkan fashion show Ratri Wijaya Batik serta fashion performance dari Sinaran dan Smara House.
Di Cimanuk Ballroom, suasana budaya terasa melalui wedding entrance tradisional, pertunjukan tari, makeup class, hingga fashion show karya Ivan Belva. Sementara di Cantigi, prosesi Sangjit Ceremony dipadukan dengan fashion show kolaborasi Smara House dan Vins Jewellery serta penampilan DJ performance.













