Di tengah viralnya persoalan tersebut, pengelola mengakui bahwa tingkat kunjungan ke Rumah Pengabdi Setan Pangalengan masih relatif terbatas.
Pada akhir pekan atau ketika libur panjang, jumlah wisatawan disebut berada di kisaran 150 hingga 170 orang per hari. Sementara pada hari biasa, jumlah pengunjung rata-rata hanya sekitar 15 orang.
Pengelola kini menjadikan viralnya persoalan tarif tersebut sebagai bahan evaluasi. Sosialisasi mengenai perbedaan tiket wisata biasa dan tarif untuk aktivitas komersial juga kembali dilakukan agar pengunjung memahami ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah informasikan terkait kebijakan penyesuaian tarif untuk kegiatan liputan atau konten komersial. Pengunjung diharapkan bisa memahami harga tersebut,” pungkas Asep.***












