BeritaBandungRaya.com – Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai periode tersebut menjadi fase paling rawan dalam pengelolaan sampah akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan, serta kegiatan sosial keagamaan di berbagai wilayah kota.
Peringatan itu muncul setelah rapat pimpinan pemerintah daerah yang menyoroti keterbatasan sistem pengelolaan sampah di Bandung. Saat ini, kota dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa tersebut masih mengandalkan pembuangan akhir di TPA Sari Mukti yang kapasitasnya semakin terbatas dan akses pengangkutannya tidak selalu stabil.
Ketergantungan TPA Dinilai Tidak Bisa Berlanjut
Farhan menegaskan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir tidak dapat dipertahankan tanpa perubahan perilaku warga. Jika produksi sampah terus meningkat tanpa upaya pengurangan dari sumbernya, risiko penumpukan di lingkungan permukiman akan semakin besar.
Menurutnya, persoalan sampah bukan lagi sekadar tanggung jawab petugas kebersihan. Seluruh warga kota harus terlibat aktif, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik hingga mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, terutama saat Ramadan ketika konsumsi makanan cenderung meningkat.
“Tidak ada jalan pintas. Kota ini hanya bisa bersih jika warganya ikut berubah,” ujar Farhan, Rabu (25/2/2025).









