Wali Kota Bandung Ingatkan Lonjakan Sampah Saat Ramadan 2026, Warga Diminta Ubah Pola Konsumsi

Penguatan Pengelolaan Berbasis Kewilayahan

Pemkot Bandung juga mendorong camat dan lurah memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan. Kelurahan dan RW diharapkan menjadi garda terdepan melalui pengembangan bank sampah, komposting mandiri, serta pengolahan skala lingkungan.

Selain itu, peran penggerobak sampah dan petugas kebersihan dinilai penting dalam sistem edukasi warga. Mereka tidak hanya bertugas mengangkut sampah, tetapi juga menyampaikan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sejak dari rumah.

Farhan mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan gaya hidup. Ia mengimbau warga membeli dan memasak makanan secukupnya guna menekan timbulan sampah makanan yang selama ini mendominasi volume sampah kota.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Ramadan sebagai Momentum Perubahan Sosial

Tak hanya isu lingkungan, Farhan juga mengajak warga menghidupkan kembali pusat kota sebagai ruang kebersamaan. Ia berharap aktivitas Ramadan tidak semata berorientasi ekonomi, tetapi juga memperkuat silaturahmi sosial dan rasa memiliki terhadap kota.

“Kota yang hidup bukan hanya dipenuhi aktivitas perdagangan, melainkan juga interaksi sosial yang sehat antarwarga,” katanya.

Di sisi lain, Farhan menyoroti tantangan pembinaan generasi muda di era digital. Akses informasi yang semakin terbuka membuat anak-anak mudah terpapar berbagai konten, baik positif maupun negatif. Karena itu, pendidikan karakter tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Peran keluarga, tokoh agama, serta lingkungan masyarakat dinilai sama pentingnya.

Sebagai dukungan konkret, Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus kepada guru agama dan pengajar keagamaan yang berperan langsung dalam pembentukan karakter anak-anak.

Farhan menegaskan keberhasilan menjaga kebersihan dan kualitas kehidupan kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah. Perubahan kebiasaan kecil di tingkat rumah tangga menjadi kunci utama mewujudkan Bandung yang lebih bersih, tertib, dan berbudaya.***