Baca Juga: Bandung Indah Plaza Rayakan 36 Tahun, BIP Fun Run hingga Late Night Sale Meriahkan Anniversary
Melalui perspektif multidisiplin, buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” mengajak pembaca memahami bahwa setiap bayi prematur memiliki perjalanan yang unik. Sebagai dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan, Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes., mendampingi pasangan sejak awal kehamilan, termasuk melalui layanan fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu. Kemudian, ketika bayi lahir prematur, estafet perawatan diteruskan oleh Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes., sebagai dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi yang menangani bayi-bayi kritis di NICU.
Dalam proses perawatan tersebut, dr. I. G. A. Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, sebagai Dokter Spesialis Anak, turut mendorong penerapan Family Integrated Care (FiCare) dengan menempatkan orang tua sebagai bagian penting dalam perjalanan perawatan bayi prematur. Upaya ini mencakup pemberian kesempatan kepada ibu untuk memberikan kolostrum dan ASI sedini mungkin, sebuah proses yang dalam praktiknya kerap menghadapi berbagai tantangan selama bayi menjalani perawatan di NICU. Pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan tumbuh kembang secara berkesinambungan, agar setiap bayi prematur memiliki kesempatan untuk mencapai potensi terbaiknya.
Kolaborasi ketiga disiplin ilmu ini menjadikan buku ini bukan hanya referensi ilmiah, tetapi juga gambaran menyeluruh mengenai perjalanan bayi prematur sejak sebelum lahir hingga masa kanak-kanak. Dengan demikian, konteks “Menjemput Harapan” dalam buku ini bukan sekadar menggambarkan keberhasilan seorang bayi untuk bertahan hidup, tetapi sebuah perjalanan untuk memastikan bahwa kesempatan hidup tersebut dapat dilanjutkan dengan pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup yang baik.











