Buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” Dorong Perawatan Prematur Tak Berhenti di NICU

Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes., Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan, mengatakan, “Setiap kehamilan membawa harapan. Ketika bayi lahir prematur, harapan itu tidak boleh berhenti. Ilmu kedokteran terus berkembang, tetapi hasil terbaik hanya dapat dicapai ketika tenaga kesehatan dan keluarga berjalan bersama mendampingi setiap bayi”.

Baca Juga: CommIT Indonesia Gelar Forum “Beyond Connectivity”, Dorong Ekosistem Digital Indonesia Semakin Cerdas dan Terintegrasi

Harapan ini dibangun melalui ilmu pengetahuan, perawatan yang tepat, kolaborasi lintas disiplin, serta keterlibatan aktif keluarga. Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam buku ini adalah Family Integrated Care (FICare), sebuah pendekatan yang menempatkan orang tua sebagai bagian dari tim perawatan bayi selama menjalani perawatan di NICU.

Model pelayanan ini menjadi simbol perubahan paradigma dalam neonatologi. Orang tua tidak lagi diposisikan sebagai pengunjung yang hanya menunggu di balik kaca ruang perawatan, tetapi sebagai mitra tenaga kesehatan yang dilibatkan secara aktif setelah memperoleh edukasi dan pendampingan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dapat membantu bayi mencapai kondisi yang lebih stabil, mempercepat peningkatan berat badan, memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan jangka panjang. “Teknologi membantu bayi bertahan hidup. Namun, kehadiran keluarga membantu mereka bertumbuh. Ketika orang tua menjadi bagian dari proses perawatan, manfaatnya dapat dirasakan jauh setelah bayi meninggalkan NICU,” jelas Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes., Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi.