Review Baby Udon: Kisah Cinta Fanny Kondoh dan Hajime yang Menguras Emosi Penonton

Humor Membuat Drama Tidak Terlalu Melankolis

Sebagai film yang mengangkat kisah kehilangan dan perjuangan menghadapi penyakit serius, Baby Udon berpotensi menjadi drama yang sangat melankolis.

Namun, film ini tidak sepenuhnya membawa penonton dalam suasana muram sejak awal.

Interaksi Fanny yang diperankan Caitlin Halderman dan Hajime yang dimainkan Denny Sumargo justru menghadirkan sejumlah momen ringan dan humor yang terasa natural.

Pilihan tersebut menjadi penting karena memberikan keseimbangan terhadap cerita.

Momen-momen hangat di bagian awal membuat perubahan suasana ketika konflik semakin berat terasa lebih kuat. Penonton tidak hanya melihat sebuah kisah tentang penyakit dan kehilangan, tetapi terlebih dahulu diperlihatkan hubungan dua orang yang sedang membangun kehidupan bersama.

Hasilnya, ketika cerita memasuki fase yang lebih emosional, dampaknya terasa lebih dalam.

Penonton Bandung: “Air Mata Benar-benar Nggak Berhenti”

Reaksi penonton seusai pemutaran di XXI Festival Citylink Bandung turut menunjukkan kuatnya efek emosional film tersebut.

Salah seorang penonton asal Bandung, Mayang (38), mengaku terbawa suasana sejak bagian awal hingga akhir film.

“Nyesek banget! Dari awal pas perkenalan emang lucu dan gemes, tapi begitu masuk konflik IVF sama sakitnya Papa Udon, air mata benar-benar nggak berhenti mengalir.”

Menurut Mayang, film tersebut menghadirkan perasaan yang beragam, mulai dari kesedihan hingga kekaguman terhadap keteguhan Fanny dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Campur aduk antara sedih, terharu, sama kagum sama keteguhan Kak Fanny,” lanjutnya.