BeritaBandungRaya.com – Pemutaran perdana film Baby Udon dalam screening terbatas di XXI Festival Citylink Bandung, Sabtu (15/8/2026), mendapat sambutan antusias. Ratusan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan film yang diangkat dari kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh.
Film garapan sutradara Fajar Bustomi tersebut menghadirkan drama emosional yang mengisahkan perjalanan cinta, perjuangan mendapatkan buah hati melalui program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), hingga ujian berat ketika Hajime didiagnosis mengidap kanker.
Dengan durasi 1 jam 55 menit, Baby Udon berusaha merangkum perjalanan panjang pasangan tersebut selama sembilan tahun ke dalam narasi yang relatif padat.
Merangkum Perjalanan 9 Tahun dalam 115 Menit
Salah satu kekuatan Baby Udon terletak pada cara film merangkai perjalanan panjang Fanny dan Hajime tanpa membuat alurnya terasa terlalu berlarut-larut.
Skenario yang ditulis Oka Aurora membawa penonton melewati sejumlah fase penting, mulai dari perkenalan keduanya di sebuah gerai udon, perbedaan latar belakang budaya dan agama, perjalanan membangun rumah tangga, perjuangan menjalani program IVF, hingga munculnya persoalan kesehatan yang mengubah kehidupan mereka.
BACA JUGA: Harusnya Horror Siap Tayang 20 Agustus, Gabungkan Komedi Absurd, Horor, dan Satir Creator Economy
Perpindahan dari satu fase ke fase berikutnya dibuat cukup dinamis. Konflik juga tidak langsung diberikan secara bertubi-tubi, melainkan dibangun secara bertahap sehingga penonton memiliki kesempatan untuk mengenal hubungan Fanny dan Hajime sebelum cerita memasuki bagian yang lebih emosional.
Pendekatan tersebut membuat konflik di paruh kedua film terasa lebih memiliki bobot karena penonton sebelumnya sudah diajak memahami kedekatan kedua karakter.













