Dewan Pers: AI Harus Dukung Kerja Jurnalistik, Bukan Gantikan Peran Manusia

BeritaBandungRaya.com – Perkembangan artificial intelligence (AI) membawa perubahan terhadap industri pers, mulai dari proses produksi konten hingga pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Di tengah perubahan tersebut, verifikasi fakta dan kepercayaan publik dinilai tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas jurnalisme.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan AI seharusnya digunakan untuk mendukung pekerjaan jurnalistik, bukan menggantikan peran manusia dalam berpikir kritis, memahami konteks, serta menjalankan tanggung jawab etik.

Menurut Totok, perkembangan AI merupakan bagian dari perubahan teknologi yang sulit dihindari. Namun, penerapannya di lingkungan pers perlu dilakukan secara hati-hati agar efisiensi yang ditawarkan teknologi tidak mengorbankan kualitas maupun kredibilitas informasi.

BACA JUGA: DOKU Tunjuk Himelda Renuat sebagai CEO, Seiring Antom, Bagian dari Ant International, Perkuat Investasi Strategis di Indonesia

“Teknologi harus digunakan secara bijaksana. Kemajuan AI memang tidak bisa kita hindari, tetapi penggunaannya harus tetap disertai kehati-hatian dan tanggung jawab,” ujar Totok dalam Talkshow & Workshop Masa Depan Pers: Tumbuh Adaptif dengan Teknologi, Terjaga Kualitas dengan Fakta di Garuda Spark Innovation Hub Bandung, Dago, Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

Forum tersebut membahas tantangan dan peluang industri pers dalam menghadapi perkembangan teknologi, sekaligus pentingnya menjaga mutu produk jurnalistik.

Pedoman Pemanfaatan AI dalam Industri Pers

Totok menjelaskan, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2021 tentang Panduan Pemanfaatan AI. Pedoman tersebut menjadi salah satu acuan dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik.

Menurutnya, tantangan industri pers saat ini tidak hanya datang dari persaingan antarperusahaan media. Platform digital global, kreator konten, hingga algoritma media sosial turut mengubah pola masyarakat dalam mengonsumsi berita dan informasi.