Reputasi dan Verifikasi Jadi Fondasi Kepercayaan
Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad), Achmad Abdul Basith, mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap media tidak cukup dibangun melalui kecepatan dalam menyajikan berita.
Menurut Basith, kredibilitas lembaga pers perlu ditopang oleh reputasi dan proses verifikasi fakta yang dilakukan secara konsisten.
Reputasi media, lanjut dia, dapat dibangun melalui keterbukaan kepada publik, termasuk mengenai pengelola media, identitas institusi, serta kejelasan tanggung jawab dalam penerbitan konten jurnalistik.
Sementara itu, verifikasi fakta membutuhkan proses kerja yang disiplin. Informasi yang akan dipublikasikan perlu diperiksa menggunakan metode jurnalistik yang sesuai agar media tidak hanya menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan kebenarannya.
“Teknologi digital memiliki manfaat yang perlu diterima dan dikembangkan oleh industri media. Namun, pemanfaatannya harus berjalan bersama upaya membangun kepercayaan publik melalui reputasi dan verifikasi fakta,” ungkap Basith.
Basith juga melihat AI memiliki potensi untuk membantu sejumlah kebutuhan produksi media digital. Dalam penerbitan berbasis tulisan, misalnya, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan visual seperti foto ilustrasi.
Meski demikian, ia menilai tidak semua pekerjaan jurnalistik dapat dialihkan kepada kecerdasan buatan. Pemahaman terhadap realitas di lapangan, penilaian konteks, serta proses membangun kepercayaan melalui interaksi dengan manusia tetap membutuhkan peran jurnalis.














1 komentar
Komentar ditutup.