Fact-Checking Menjadi Bagian dari Kerja Jurnalistik
Pemimpin Redaksi Tirto, Rachmadin Ismail, turut menekankan pentingnya pemeriksaan fakta dalam proses pemberitaan.
Menurut Rachmadin, verifikasi informasi perlu dilakukan secara konsisten karena produk jurnalistik berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa proses fact-checking dapat memanfaatkan berbagai perangkat verifikasi, metode pemeriksaan, dan identifikasi pola untuk menguji informasi sebelum dipublikasikan.
Rachmadin mencontohkan pengalaman tim investigasi Tirto.id ketika menelusuri keberadaan kampung yang berkaitan dengan pelaku kejahatan penipuan daring atau scam. Penelusuran tersebut dilakukan dengan mengecek berbagai informasi hingga ke wilayah desa.
“Fact-checking bagi kami bukan hanya tahapan pemeriksaan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari karakter dan nilai tambah yang dimiliki Tirto,” ujar Rachmadin.
Ia menilai kerja jurnalistik tidak berhenti pada pengumpulan informasi awal. Penelusuran mendalam, pemeriksaan sumber, dan pengujian fakta menjadi bagian dari upaya media menjaga kualitas pemberitaan.\
BACA JUGA: Rupiah Melemah ke Rp17.855 per Dolar AS, BI Siapkan Strategi Perkuat Stabilitas Nilai Tukar
Media Lokal Bandung Dinilai Punya Peran Strategis
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, mengajak media lokal di Bandung untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pers.
Fifi mengatakan kepercayaan publik membutuhkan proses panjang. Reputasi media dibangun melalui konsistensi dan komitmen dalam menjalankan kerja jurnalistik, tetapi dapat rusak apabila integritas dalam pemberitaan diabaikan.
Ia juga menilai media lokal memiliki posisi strategis karena mempunyai kedekatan dengan masyarakat dan sumber informasi di wilayahnya.
Kedekatan tersebut menjadi modal bagi media lokal untuk menghadirkan pemberitaan yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Mari kita menjaga kepercayaan bersama-sama. Trust tidak muncul secara tiba-tiba karena reputasi dibangun selama bertahun-tahun, tetapi bisa hilang dalam satu hari. Media lokal memiliki nilai penting karena kedekatannya dengan sumber peristiwa dan masyarakat,” kata Fifi.
Menurut Fifi, pemahaman terhadap konteks daerah dan hubungan langsung dengan masyarakat menjadi kekuatan media lokal dalam menghasilkan informasi yang belum tentu dapat dijangkau media dari luar wilayah.














1 komentar
Komentar ditutup.