Garuda Sugardo: Kedaulatan Digital Indonesia Butuh Penguatan Industri Strategis, PT INTI (Persero) Jadi Salah Satu Pilar

Baca Juga: Hotel Santika Pasir Koja Bandung Gelar Seminar Public Speaking, Ajak Peserta Asah Kepercayaan Diri Lewat Praktik Langsung

Diskusi yang diinisiasi oleh kolaborasi antara Dewan TIK Nasional (Wantiknas) bersama Forum Dialog Nusantara (FDN) dan Indonesia Digital Creative Industry Society ini menyoroti bahwa dimensi digital kini sudah sama krusialnya dengan kedaulatan energi dan pangan. Namun, tantangan besar masih membayangi, mulai dari ketergantungan perangkat keras impor hingga penguasaan infrastruktur inti jaringan telekomunikasi nasional.

Ia menilai, Indonesia perlu terlebih dahulu memperkuat aspek keamanan digital sebelum melangkah menuju kemandirian dan kedaulatan digital. Berbagai ancaman seperti phishing, hacking, stalking, bullying, hingga penipuan digital masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. Setelah itu, kemampuan nasional dalam membangun dan mengembangkan teknologi sendiri menjadi tahapan penting berikutnya.

Dalam konteks tersebut, PT INTI (Persero) memiliki relevansi strategis sebagai perusahaan BUMN yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan industri telekomunikasi dan teknologi nasional. Penguatan kapasitas industri dalam negeri menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PT INTI untuk terus bertahan, berkembang, dan mengambil bagian dalam ekosistem teknologi Indonesia.

Selain penguatan industri perangkat keras dan perangkat lunak, Garuda Sugardo juga mendorong sinergi antara PT INTI (Persero) bersama mitra teknologi lainnya untuk membangun platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). “Tantangan untuk perusahaan telekomunikasi dan teknologi, buat platform Artificial Intelligence yang dapat digunakan oleh banyak customer,” tegas Garuda Sugardo di hadapan para akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan industri TIK yang hadir.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan