Menurutnya, pencapaian peringkat global penting sebagai salah satu indikator kualitas dan daya saing perguruan tinggi. Namun, keberhasilan universitas tidak semestinya hanya diukur dari posisi dalam pemeringkatan internasional.
“Target menjadi bagian dari 300 universitas terbaik dunia tentu penting karena menunjukkan kualitas dan daya saing Unpad. Tetapi ukuran keberhasilan universitas pada akhirnya tidak hanya terletak pada peringkat. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya yang kita miliki mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk itu, kita membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat dengan alumni dan seluruh mitra Unpad,” ujar Prof. Arief.
Kolaborasi alumni diharapkan dapat memperkuat berbagai aspek pengembangan universitas, mulai dari riset, kemitraan, jejaring profesional, reputasi, hingga daya saing internasional.
Pada saat yang sama, kemajuan tersebut diarahkan agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya yang dimiliki universitas serta jejaring alumninya.
Baca Juga: Samsung AC Neo WindFree Ultra: Kesejukan Lebih Nyaman dengan Udara Lebih Bersih berkat PM1.0 Filter
Ferry Juliantono: Homecoming Bukan Sekadar Reuni
Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa kegiatan kepulangan alumni ke kampus seharusnya tidak berhenti pada pertemuan nostalgia.
Ia menilai, momentum homecoming dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan almamater dan masyarakat, kemudian menghubungkannya dengan kemampuan serta pengalaman para alumni.










