Dosen Bahasa Arab UNJ Latih Pengurus Masjid di Sumedang Kelola Infak Digital dengan QRIS Berbasis Bahasa Arab

BeritaBandungRaya.com – Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan masjid melalui pelatihan literasi infak digital bagi pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Literasi Infak Digital Berbasis Bahasa Arab Kontekstual bagi Pemuda Pengelola Masjid di Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang”.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mekarsari pada Minggu (31/5/2026) itu diikuti puluhan pengurus DKM dari berbagai masjid. Mereka mendapatkan pelatihan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk pengelolaan dana infak, zakat, dan sedekah (ZIS) secara lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Mekarsari itu dihadiri puluhan pengurus DKM dari berbagai masjid se-desa. Mereka diajak praktik langsung: dari membuat akun QRIS, mencoba transaksi digital, hingga menyusun laporan keuangan sederhana berbasis digital. Materi disampaikan secara interaktif oleh tim dosen yang memang menguasai bidang pendidikan bahasa Arab dan literasi digital. Peserta pun tidak hanya diberi teori, tapi langsung mempraktikkan apa yang dipelajari.

Ketua Tim Pengabdian sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Arab FBS UNJ, Ihwan Rahman Bahtiar, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil pengamatan di lapangan. Banyak pengurus DKM yang masih mengelola dana infak secara manual—pakai amplop dan buku catatan—sehingga rawan salah catat dan kurang transparan. Apalagi, literasi digital dan Bahasa Arab di kalangan pengurus masjid masih terbatas, jadi perlu pendampingan khusus.