Dosen Bahasa Arab UNJ Latih Pengurus Masjid di Sumedang Kelola Infak Digital dengan QRIS Berbasis Bahasa Arab

Baca Juga: Perluas Manfaat bagi Masyarakat di Jabotabek Jabar melalui Semangat Kebersamaan, Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

Ia menambahkan, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para pengurus DKM. Mulai dari penyediaan pembayaran infak santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) menggunakan QRIS, penggalangan dana untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), hingga tabungan kurban yang bisa direncanakan sejak jauh-jauh hari.

“Kami jadi terinspirasi untuk mengembangkan sistem pembayaran infak santri MDTA, menggalang dana PHBI dengan lebih transparan, bahkan merencanakan tabungan kurban yang mudah diakses jamaah. Semua bisa dilakukan lewat QRIS,” ujar Jafar.

Senada dengan Jafar, tokoh dan pengawas Desa Mekarsari, Oma Komarudin, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim UNJ. Ia mengakui bahwa kegiatan ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat bagi pengurus DKM di desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim UNJ, khususnya Bapak Ihwan dan rekan-rekan dosen. Ini terobosan yang luar biasa. Semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini, dan kami bisa didampingi dalam penerapan jangka panjang, terutama untuk program-program keumatan seperti infak santri, PHBI, dan kurban,” ujar Oma.

Ia berharap ke depannya kolaborasi antara FBS UNJ dengan Desa Mekarsari bisa makin erat. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar para pengurus DKM benar-benar mahir mengelola sistem keuangan digital dan mampu mengikuti perkembangan zaman.