Dosen Bahasa Arab UNJ Latih Pengurus Masjid di Sumedang Kelola Infak Digital dengan QRIS Berbasis Bahasa Arab

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tunjuk Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen Bank BJB, Siap Berantas Kredit Macet

“Kami melihat potensi besar penggunaan QRIS untuk pengumpulan infak. Apalagi jika antarmukanya menggunakan Bahasa Arab, lebih dekat dengan keseharian pengurus masjid dan jamaah. Harapannya, transparansi dan jumlah donasi bisa meningkat,” ujar Ihwan saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (31/5/2026).

Ihwan yang juga dosen tetap Prodi Pendidikan Bahasa Arab FBS UNJ berharap kegiatan ini menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas antara FBS UNJ dengan Desa Mekarsari. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, kami ingin menjadikan Desa Mekarsari sebagai desa binaan FBS UNJ, sehingga berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Mereka aktif bertanya dan saling berbagi pengalaman soal kendala mengelola dana masjid. Suasana diskusi berlangsung cair, bahkan beberapa peserta saling berbagi cerita tentang sistem infak di masjid masing-masing.

Salah seorang peserta, Jafar Sidiq, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari pelatihan ini. Menurutnya, penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan pencatatan, tapi juga membuka peluang baru dalam penggalangan dana untuk berbagai kegiatan keagamaan.

“Selama ini kami masih pakai amplop dan buku catatan. Dengan QRIS, donatur bisa langsung transfer, dan kami bisa cetak laporan otomatis. Fitur Bahasa Arabnya juga memudahkan karena banyak jamaah yang akrab dengan istilah-istilah Arab. Insyaallah ini akan meningkatkan kepercayaan dan jumlah infak,” ungkap Jafar.