Edukasi secara terus menerus mengenai literasi gizi harus terus digalakkan agar orang tua tidak lagi menganggap kental manis
sebagai asupan nutrisi utama anak. Jika pola konsumsi ini tidak segera diubah, Indonesia berisiko menghadapi krisis kesehatan masyarakat di masa depan akibat lonjakan penyakit tidak menular pada usia produktif.***












