Dalam implementasinya, IndonesiaNEXT menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis peran, yakni Hustler (pakar bisnis), Hipster (desainer), dan Hacker (pengembang teknologi). Peserta akan mengikuti berbagai tahapan, mulai dari Tech-Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.
IndonesiaNEXT tahun ke-10 menghadirkan pendekatan unik dengan mengelompokkan peserta ke dalam tiga peran utama, yakni Hustler ( pakar bisnis), Hipster (desainer), dan Hacker (pengembang teknologi). Program pembelajaran dilakukan secara terstruktur melalui berbagai tahapan seperti Tech-Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.
Selain itu, terdapat empat penguatan utama dalam kurikulum, yakni:
1. Hackathon, untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah digital
2. Role-Oriented Tutoring, memberikan pengalaman kerja nyata
3. Career Coaching, membuka akses jaringan industri
4. 1-on-1 Mentoring, pendampingan intensif bersama praktisi
Baca Juga: CO,MA Coffee Matter Bandung: Coffee Shop Kalcer Sekaligus Creative Hub Favorit Anak Muda
IndonesiaNEXT hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital berbasis AI. Berdasarkan laporan industri, Indonesia membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahun. Sementara itu, sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnis.
Namun demikian, integrasi teknologi AI dalam pendidikan tinggi dinilai masih terbatas, sehingga memunculkan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan.












