Untuk membangun karakter itu, Omar mengaku melakukan riset dengan berdiskusi bersama orang-orang yang sudah menikah serta tim kreatif film.
“Saya banyak ngobrol sama teman-teman yang sudah menikah, juga sama lawan main untuk membangun chemistry dan memahami karakter,” katanya.
Menurut Omar, fenomena sandwich generation kini semakin banyak dialami generasi muda.
“Hampir semua orang pernah ada di fase itu. Tuntutan untuk sukses dan jadi tulang punggung keluarga sekarang seperti hal yang biasa,” tambahnya.
Baca Juga: Head to Head PSM Makassar vs Persib Bandung di BRI Super League: Siapa Lebih Dominan?
Sitha Marino Tertantang Mainkan Karakter Bella
Sementara itu, Sitha Marino mengaku tertarik bergabung dalam film ini karena karakter Bella yang diperankannya sangat berbeda dari peran-peran sebelumnya.
Bella digambarkan sebagai sosok yang cukup kompleks dan cenderung menyebalkan. Karakter tersebut menjadi tantangan baru bagi Sitha yang sebelumnya lebih sering memerankan tokoh lembut atau tersakiti.
“Aku biasanya dapat karakter yang menye-menye atau dibully. Di film ini karakternya jauh lebih kompleks, itu yang bikin tertarik,” ujar Sitha.
Untuk mendalami emosi karakter Bella, Sitha bahkan sempat berdiskusi dengan kakaknya, Putri Marino. Ia mendapat saran untuk menggunakan lagu tertentu guna membantu membangun emosi sebelum pengambilan gambar.
Sitha juga menilai isu yang diangkat film ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama bagi pasangan muda yang menghadapi tekanan rumah tangga.











