Melalui koleksi dan informasi yang tersedia, pengunjung dapat mengetahui lebih jauh mengenai penyelenggaraan konferensi serta latar belakang peristiwa tersebut. Museum juga memberikan gambaran mengenai perjuangan negara-negara Asia dan Afrika dalam menghadapi persoalan kolonialisme, kemerdekaan dan hubungan internasional.
Sejumlah koleksi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika menjadi bagian dari daya tarik museum. Pengunjung dapat memperoleh gambaran mengenai suasana dan berbagai aspek yang berkaitan dengan konferensi bersejarah tersebut. Salah satu hal penting yang dapat dipelajari adalah Dasa Sila Bandung. Prinsip tersebut menjadi salah satu warisan penting yang lahir dari Konferensi Asia Afrika dan menjadi bagian dari sejarah diplomasi internasional.
Lokasi museum juga strategis karena berada di kawasan pusat Kota Bandung. Setelah berkunjung, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain di sekitar Jalan Asia Afrika dan Braga. Museum Konferensi Asia Afrika buka Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00 WIB. Harga tiket yang tercantum adalah Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak.
7. Gedung Sate, Ikon Bandung yang Sarat Nilai Sejarah
Gedung Sate merupakan salah satu bangunan yang paling mudah dikenali ketika membicarakan Kota Bandung. Bangunan yang berada di Jalan Diponegoro ini memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik arsitektur. Bentuk bangunannya menjadi salah satu elemen yang membuat Gedung Sate kerap dijadikan latar foto wisatawan.











