Pemeran Amanda, Aurora Ribero, mengatakan karakter yang diperankannya memiliki mimpi besar yang tidak kalah kuat dibanding Kay. Menurutnya, hubungan kedua karakter tersebut menunjukkan pentingnya dukungan dalam meraih cita-cita.
“Amanda juga sama seperti Kay. Dia punya mimpi besar dan ingin menjadi dokter. Yang menarik, mereka saling mendukung untuk mencapai tujuan masing-masing,” ujar Aurora usai special screening di XXI Ciwalk Bandung.
Aurora menilai pesan mengenai pentingnya support system menjadi salah satu nilai utama yang ingin disampaikan film ini kepada generasi muda.
“Setiap orang pasti pernah meragukan dirinya sendiri. Saat seperti itu, kehadiran orang-orang yang mendukung menjadi sangat penting agar kita tetap percaya pada diri sendiri dan terus melangkah,” katanya.
Selain mengangkat kisah perjuangan anak muda, Nobody Loves Kay juga mencoba memperkenalkan realitas dunia esports kepada masyarakat yang lebih luas. Film ini menampilkan bagaimana seorang atlet esports harus menjalani latihan disiplin dan menghadapi tekanan kompetitif yang tinggi, sama seperti atlet di cabang olahraga lainnya.
Ayastrophiile yang memerankan karakter Bebe mengungkapkan masih banyak masyarakat yang hanya melihat sisi gemerlap kehidupan seorang pro player.
“Kebanyakan orang hanya melihat sisi senangnya saja. Padahal mereka berlatih dengan disiplin dan memiliki jadwal latihan yang ketat seperti atlet olahraga lainnya,” ujarnya.












