33 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Rute yang Berubah di Bandara Soetta

Penghentian operasional pertama kali diberlakukan pada pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Namun, operasional bandara belum dapat langsung kembali normal. Pengelola kemudian memperpanjang penghentian penerbangan hingga pukul 09.30 WIB pada Minggu pagi.

Penyebabnya adalah adanya indikasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi di area Bandara Soetta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa temuan abu vulkanik diketahui melalui paper test yang dilakukan pada dini hari.

Baca Juga: GRATIS! 3 Link Live Streaming Persib vs PSM Makassar di BRI Super League, Kick-off 19.00 WIB

Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar pukul 00.35 WIB sampai 01.05 WIB dan menghasilkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelanjutan operasional penerbangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas sebelum bandara kembali dibuka.

Selama masa penghentian operasional, Ditjen Hubud bersama pengelola bandara, maskapai, pihak navigasi penerbangan dan BMKG terus melakukan koordinasi.

Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap penerbangan berikutnya. Sebab, perubahan jadwal satu penerbangan dapat memengaruhi rotasi pesawat dan ketersediaan armada pada penerbangan selanjutnya.

Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan kepadatan penumpang di terminal apabila pembukaan operasional dilakukan setelah sejumlah penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan