BeritaBandungRaya.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau memberikan dampak langsung terhadap perjalanan udara melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Sebaran abu vulkanik yang terdeteksi di kawasan bandara membuat sejumlah penerbangan harus mengalami perubahan operasional pada Minggu, 6 September 2026.
Tidak hanya penerbangan domestik, gangguan juga terjadi pada sejumlah rute internasional. Data pemantauan menunjukkan sedikitnya 33 penerbangan terdampak akibat penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Dari jumlah tersebut, 28 merupakan penerbangan internasional. Sebanyak 16 penerbangan dibatalkan, tujuh penerbangan mengalami keterlambatan, dan lima penerbangan lainnya dijadwalkan ulang.
Beberapa rute internasional yang terdampak terhubung dengan sejumlah kota tujuan utama, yakni Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.
Gangguan juga terjadi pada penerbangan dalam negeri. Terdapat lima penerbangan domestik yang terdampak, dengan rincian empat penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan.
Rute domestik yang masuk dalam daftar terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Lampung. Selain itu, penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya juga terkena dampak.
Penyesuaian tersebut terjadi setelah pengelola Bandara Soekarno-Hatta menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangan dari dan menuju Jakarta.












