“Selain patroli, petugas juga akan melakukan penindakan terhadap peredaran minuman keras (miras) yang dinilai dapat menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas,” ujar Aldi.
Pengamanan skala besar ini sekaligus menjadi respons terhadap kekhawatiran masyarakat mengenai ancaman kejahatan jalanan, termasuk pencurian dengan kekerasan atau curas yang kerap dikenal dengan istilah begal.
Potensi gangguan keamanan juga tidak hanya berkaitan dengan aksi kriminal. Penyalahgunaan miras maupun obat-obatan terlarang dinilai dapat memicu perilaku yang membahayakan masyarakat, termasuk tindakan kriminal dan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, terutama pada waktu dan lokasi yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengatakan pengerahan pasukan gabungan tersebut merupakan salah satu langkah pencegahan agar aksi begal tidak terjadi di wilayah Kabupaten Bandung.
“Tujuan kita salah satunya untuk mencegah begal. Kita juga harus bisa mencegah peredaran miras dan obat-obatan karena dampaknya sangat luar biasa,” kata Ali.
Ali menambahkan, kegiatan patroli dan pengamanan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pengawasan yang lebih intensif, pemerintah bersama aparat keamanan berharap situasi keamanan di Kabupaten Bandung dapat terus terjaga.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta ikut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diimbau segera menyampaikan laporan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas atau situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.










