Gedung Rektorat Untad menjadi salah satu bangunan yang terdampak. Beberapa bagian dinding mengalami retakan dan lapisan material terkelupas, disertai kerusakan plafon.
Kondisi serupa ditemukan di Gedung Media Center yang menunjukkan tanda-tanda keretakan pascagempa.
Di Auditorium Untad, sebagian plafon dilaporkan runtuh dan fasilitas videotron mengalami gangguan operasional. Sementara itu, Rumah Sakit Untad mencatat kerusakan nonstruktural pada beberapa area bangunan.
Kerusakan juga terpantau di Fakultas Teknik dengan laporan plafon roboh serta retakan yang masih diperiksa lebih lanjut di kawasan Gelanggang Mahasiswa.
Evaluasi Ketahanan Infrastruktur Pascabencana
Pihak universitas menyatakan akan segera melakukan asesmen teknis secara menyeluruh terhadap seluruh bangunan yang terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan civitas akademika sekaligus menentukan apakah aktivitas akademik dapat berlangsung normal atau membutuhkan penyesuaian.
Selain menjadi dasar penanganan jangka pendek, hasil evaluasi ini juga diharapkan menjadi bahan peninjauan terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan di wilayah rawan bencana.
Di sisi lain, dampak gempa juga tercatat di Kabupaten Parigi Moutong. Data sementara BPBD menunjukkan sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan dan proses pendataan masih berlangsung.












