Pelatih asal Kroasia itu juga menyoroti sempitnya waktu persiapan setelah laga tandang menghadapi Bhayangkara FC. Meski demikian, ia optimistis timnya bisa menjaga momentum positif.
“Hanya ada waktu empat hari di antara pertandingan. Tapi hasil dan performa terakhir kami bagus,” katanya.
PSIM Datang dengan Misi Curi Poin
Di sisi lain, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memastikan timnya tidak datang ke Bandung hanya untuk bertahan.
Ia mengaku telah menyiapkan strategi khusus guna meredam agresivitas Persib, terutama dengan memperkuat lini tengah agar para pemain tuan rumah tidak leluasa mengembangkan permainan.
“Kuncinya adalah disiplin di lini tengah. Kami tidak boleh membiarkan pemain mereka memiliki ruang gerak bebas,” ujar Van Gastel.
Ia bahkan menegaskan target timnya adalah membawa pulang poin dari Bandung.
“Kami datang ke Bandung untuk mencuri poin,” tegasnya.
Federico Barba: Setiap Laga adalah Final
Bek Persib, Federico Barba, menyebut kemenangan atas Bhayangkara FC pada laga sebelumnya menjadi suntikan moral penting bagi skuad Maung Bandung.
Menurut pemain asal Italia tersebut, Persib kini hanya fokus memenangkan setiap pertandingan tanpa ingin memikirkan laga berikutnya.
“Kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Karena saat ini pertandingan berikutnya adalah yang paling penting,” kata Barba.
Ia menegaskan seluruh pemain siap tampil habis-habisan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri.






